您现在的位置是:胡搅蛮缠网 > ekonomi
perkasa jitu 88 Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
胡搅蛮缠网2026-04-06 17:21:32【ekonomi】7人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan perkasa jitu 88
Nanti setelah sebulan,perkasa jitu 88 kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
很赞哦!(7233)
相关文章
- Kontra Bali, Persijap berharap ulangi performa seperti lawan Persebaya
- Jadwal Super League pekan 24: Persebaya vs Persib, Persija vs Borneo
- Alasan Hector Souto bawa skuad berbeda di Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
- Iran klaim gelombang serangan ke
- Borneo tekuk Arema 3
- Gagal bungkam PSIM Yogyakarta, Semen Padang pecat Dejan Antonic
- Chivu: Inter Milan seharusnya bisa lebih baik kontra AC Milan
- PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang
- OKI kecam peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat
- Pelatih PSIM puji semangat juang timnya saat hadapi Semen Padang
热门文章
站长推荐

Lawan PSBS Biak, debut Imran Nahumarury bersama Semen Padang

PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series

Prabowo pastikan ketersediaan pangan aman di tengah krisis global

Alasan Hector Souto bawa skuad berbeda di Kejuaraan ASEAN Futsal 2026

Pelatih Persebaya puji mental pemain usai tahan imbang Persib

Bali United permalukan tuan rumah Arema FC 4

Kurniawan anggap semua calon lawan di Piala AFF U17 cukup berat

PSIM waspadai motivasi tinggi Semen Padang